Serang–Pandeglang–Lebak, 31 Mei–1 Juni 2026 — Kepala Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Banten bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Banten dan Kepala Balai Bahasa Provinsi Banten mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., dalam rangka kunjungan kerja di Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kabupaten Lebak.
Kunjungan kerja yang berlangsung pada Minggu dan Senin, 31 Mei dan 1 Juni 2026 tersebut mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari koordinasi pendidikan bersama Muhammadiyah, dialog dengan siswa Sekolah Rakyat, hingga menjadi pembina upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026.
Dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Banten yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Banten (Kantor PWM Banten), Wamendikdasmen menekankan pentingnya peran Muhammadiyah dalam memperkuat pemerataan pendidikan di Provinsi Banten.
Menurutnya, Muhammadiyah dapat menjadi jembatan untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah yang sudah maju dan daerah yang masih tertinggal. Beliau mencontohkan adanya perbedaan perkembangan pendidikan antara wilayah Tangerang dengan sejumlah daerah lainnya di Banten.
“Masih terdapat disparitas pendidikan antara kawasan perkotaan dan daerah. Muhammadiyah diharapkan dapat menjadi fasilitator untuk menjembatani kesenjangan tersebut,” ujar Fajar.
Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah perlu terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, Muhammadiyah saat ini tidak hanya perlu memperhatikan aspek kuantitas lembaga pendidikan, tetapi juga harus semakin memperkuat kualitasnya.
“DNA Muhammadiyah adalah pendidikan. Bahkan dalam berbagai survei, ketika masyarakat ditanya tentang Muhammadiyah, yang paling banyak diingat adalah pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.
Selanjutnya, Wamendikdasmen menghadiri kegiatan Silaturahmi dan Talkshow Pendidikan di Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pandeglang, Jalan Stadion Badak, Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog mengenai penguatan mutu pendidikan dan kontribusi organisasi masyarakat dalam pembangunan sumber daya manusia.
Rangkaian kunjungan berlanjut dengan dialog bersama siswa Sekolah Rakyat di Aula BPMP Banten yang dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas BPMP Banten. Dalam suasana santai, Wamendikdasmen berdiskusi langsung dengan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 34 Lebak.
Di hadapan para siswa, Fajar membagikan pengalaman hidupnya saat kecil yang pernah membantu ekonomi keluarga dengan berjualan gorengan. Beliau memotivasi para siswa untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan yang telah diperoleh melalui Sekolah Rakyat.
“Masuk ke Sekolah Rakyat merupakan kesempatan emas untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Pendidikan adalah jalan pembebasan dari kebodohan, ego, dan kemiskinan struktural,” pesannya.
Beliau juga mendorong para siswa untuk berani memiliki cita-cita tinggi.
“Jangan takut bermimpi. Semoga dari Sekolah Rakyat ini lahir calon-calon bupati, gubernur, bahkan presiden di masa depan,” tambahnya.
Pada hari terakhir kunjungan kerja, Wamendikdasmen bertindak sebagai Pembina Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Alun-alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Usai upacara, ia bersama rombongan berjalan kaki menuju Museum Multatuli untuk meninjau salah satu pusat edukasi sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Lebak.
Kunjungan kerja kemudian ditutup dengan kegiatan Silaturahmi dan Talkshow Pendidikan di Aula SMK Muhammadiyah 1 Rangkasbitung. Melalui berbagai agenda tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan merata di Provinsi Banten. (KA)




Leave a Reply